Jumat, 20 Februari 2015

The Consumen Behaviour, sebuah pengantar

Adhitya Kusuma Ardana

Departemen Ilmu Ekonomi  ekonomi.fem.ipb.ac.id

Fakultas Ekonomi dan Manajemen Fem.ipb.ac.id

Institut Pertanian Bogor ipb.ac.id



Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 ( Consumen Behavior Class)Departmen of Family and Consumer Sciences ikk.femaCollege of Human Ecology  www.fema.ipb.ac.idBogor Agricultural University www.ipb.ac.id


Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc 
sumarwan@mb.ipb.ac.id
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc



Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.










 Kuliah Perilaku Konsumen, Kamis 12 Februari 2015 pukul 08.00-10.00

Kuliah ini diadakan hari Kamis pukul 08.00. mata kuliah ini adalah mata kuliah supporting course yang saya ambil dari departemen lain untuk menunjang mayor saya. Suasana awal dikelas cukup kondusif, walaupun mahsiswa ilmu ekonomi hanya sedikit tak lebih dari 8 orang tapi kami tetap semangat menjalani kuliah hari itu.


Sebagai mahasiswa ilmu ekonomi kami memandang seorang konsumen sebagai objek dalam ekonomi mikro yang perannya memuaskan kebutuhan hidupnya dengan anggaran biaya tertentu. Namun ketika  mengikuti kuliah perilaku konsumen hal itu dapat berbalik 180 derajat, dalam kuliah ini kita diposisikan sebagai konsumen yang harus menghadapi berbagai macam problematika yang tentunya hanya akan dihadapi oleh seorang konsumen saja.
Untuk itu saya melakukan sedikit review tentang kuliah perilaku konsumen, berikut ulasannya.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasarikonsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yangterlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa,termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.
Menurut Mowen (1995), Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan,mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan TheAmerican Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis daripengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspekhidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna& Wozniak, 2001).

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumen bukanlah sekedar objek peraup profit semata yang dipandang oleh produsen tetapi pengertian konsumen lebih kompleks daripada itu, konsumen selalu dihadapi oleh berbagai pilihan, situasi dan juga masalah-masalah yang harus dihadapi misalnya ketika seseorang telah mengumpulkan uang untuk membeli sebuah sepatu maka akan banyak pertanyaan timbul dikepalanya. apakah dia harus membeli sepatu sesuai dengan kebutuhannya ? ataukah dia harus membeli sepatu yang sesuai dengan tren saat ini ? lalu brand apa yang harus dipilih ? apakah yang terkenal dimancanegara ? atau produk handmade yang khas ? hanya konsumen yang cerdaslah yang mampu meposisikan dirinya sebagai pengambil keputusan yang cerdas dalam segala sesuatu yang akan dia beli. setiap konsumen juga secara sadar atau tidak ketika segala keputusan yang mereka ambil sebenarnya berasal dari pergolakan pemikiran di alam bawah sadar yang saling berpacu sehingga menghasilkan the last decision

Maka dari itu mulailah menjadi konsumen yang cerdas. menjadi konsumen yang cerdas adalah kepuasan tersendiri bagi setiap orang. setiap orang memiliki caranya masing msing dan pandangannya masing masing terhadap bagaimana caranya menjadi konsumen yang cerdas itu. pengalaman dalam hidup turut mempengaruhi pula bagaimana konsumen itu akan bertindak dan semakin hari konsumen semakin belajar untuk menjadi konsumen yang lebih baik dan lebih bijak.

Regards 

Adhitya Kusuma Ardana