Selasa, 15 November 2016

Worrying is just a wasted of time



Jelas bahwa dalam hidup kadang orang terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Menurut gue itu hal yang gak baik dan malah membuat diri lo menjadi insecure. Mengapa demikian ? Gue punya beberapa hal yang sekiranya bisa jadi alasan kenapa kalau worrying itu gak terlalu berguna buat kita. 

 1. Life is go on and on

Nah ini udah keliatan banget kan ya, hidup itu terus berjalan. Buat apa lo terlalu khawatir akan sesuatu hal yang kadang kepastiannya itu belum jelas. I mean, seriously kita semua pasti pernah ngalamin yang namanya overthinking gara–gara hal sepele. And seriuosly it would not make you any better. Karena hidup itu gak statis, gak akan hidup lo disitu-situ aja. Hidup itu dinamis banget, gak akan ada yang bisa nebak kapan, dimana, dan apa yang akan terjadi. Jadi ketika lo Cuma worrying sesuatu dimasa lalu, di satu sisi lo udah ketinggalan dari orang-orang yang bergerak maju.


  2. It does kill your happines
Gue yakin banget kalian sering baca quotes yang bertuliskan “ OVERTHINKING DOES KILL YOUR HAPPINESS”. Well, menurut gue it so darn right!!!. Pernah gak sih lo sadar ketika lo overthingking and worrying about something  itu jadi sangat mempengaruhi keseharian lo. Mood jadi berubah-ubah, mau senyum aja kadang susah and sometimes bikin kita jadi mati gaya dan gagal fokus Cuma gara gara overthinkning about something ini. Keceriaan lo terenggut seketika saat lo mikirin hal-hal omongan orang yg kadang juga ga penting. Maka dari itu mulailah berhenti overthinking, karena Not anyone deserve to steal your happy life instead of yourself.


3. They are behind you for a reason


Yup, orang-orang yang membicarakan lo dibelakang itu memiliki penyebab kenapa bisa ada dibelakang lo. Satu hal yang gue tau adalah, orang-orang tersebut terlalu sibuk membicarakan keburukan orang lain sampai mereka lupa untuk memperbaiki keburukan diri mereka sendiri. They are always looking for someone faults and gossip all the time,but they are forget that they leave a huge hole for them to fix. Jadi sebenernya mereka itu gak lebih baik daripada lo kok, I mean, yakali ngomongin dibelakang itu perbuatan baik ? nenek-nenek juga ngerti kalau itu perbuatan buruk.


 4. It just a life dynamic
just be happy
Seperti yang udah gue sebut diatas bahwa hidup itu dinamis. Melakukan kesalahan kecil, lalu jadi omongan dan sebagainya itu adalah bagian dari hidup. Karena sesungguhnya dalam kehidupan itu pasti ada yang namanya balance. Dalam ekonomi diibaratkan adalah supply dan demand yang dalam kurva bertemu dan membentuk ekuilibrium. Yup, your life too,   good things and bad things are always come in our life. They made balance to make our life more dynamics instead of static. Can you imagine if your life is so static?  I guess you will feel really bored instead of happy. So, good and bad things happen in life, you just have to keep living and not stress over what you can't control and don't forget to be happy.


Nah itulah beberapa alasan yang telah gue sebutkan menurut versi gue. Jadi sesungguhnya kalau lo terlalu mengkhawatirkan hal kecil atau omongan jelek dari orang lain itu adalah percuma. Benar-benar membuang waktu lo banget, serius.  Daripada kita ngedengerin omongan buruk mereka lebih baik kita terus berkaya yang positif dan prestatif. Tapi inget ya, semua masukan yang bersifat kritik membangun juga tetap harus kita dengerin. Kerena hal-hal seperti itulah yang akan membuat kita jadi lebih baik. So daripada worrying about nothing lebih baik buat diri lo bahagia dan terus berkehidupan positif.

Minggu, 30 Oktober 2016

Knowing Your Time



When Someone Important is starting to make you an option, it is a right time to leave.

Well, if we talked about what is important in life, it could be more than one  in this mother earth. But if you said someone important in your life the number could decrease into just a few people. The word  ‘important’ could have different means for anyone. It depends on theirself what make she/he is important in their life. But I’m pretty sure that they recognize the important person has affect their life in many different way. Usually, people didn’t want to life in distance with  ‘the important’ person. Because they one way or another dependant to them, and it was fact. It was not a big deal, cause basiclly humans are dependant creature. Human in fact not only  couldn’t live without other living things but also any other object.
photo by google
Ilustrasi. source: google
But, How if the important person hurt us ? They treat us like we are nothing, or worse. 

It hurt isn’t.


It hurt so much. It definitely tore you a apart.

 Sometimes people pretend to look stronger in front of the others when actualy they’re dying inside. Of course we didn’t want anyone know that we could not live without ‘the important’

This rule also works to that important person.

But could you ever think that maybe we gave that important person an over-valued. Maybe they are not that important.  After all this time we gave our effort, our intention and our time to the wrong person. It sucks !

But this is happened all the time, there were a lot of people who trapped in this situation over and over again.

photo taken in Teluk Penyu Cilacap
Well, I don’t even know what is right  things in order to avoid me from this.
Maybe, we have to think again about ourself. How good we are, and how valuable we are before we give anyone our effort and our intention. Secondly we have to think twice before we did that. Is he/she are treat me as good as I treat them ? Do they think that we are as valuable as they are ?  Did she/he is the one who I can hang on ?


If not just pass it, your time and effort are not worth for them. It may sound selfish but it isn’t, knowing yourself to not giving the wrong people all of your effort is not selfish. It’s Bravery, Respect yourselft  to walk a way from anything  that no longer serves you, grows you or makes you happy.


Cause once again, You’ll en up really disappionted if you think people will do for you as you do for them. Not everyone has the same heart as you.




Jumat, 20 Februari 2015

The Consumen Behaviour, sebuah pengantar

Adhitya Kusuma Ardana

Departemen Ilmu Ekonomi  ekonomi.fem.ipb.ac.id

Fakultas Ekonomi dan Manajemen Fem.ipb.ac.id

Institut Pertanian Bogor ipb.ac.id



Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 ( Consumen Behavior Class)Departmen of Family and Consumer Sciences ikk.femaCollege of Human Ecology  www.fema.ipb.ac.idBogor Agricultural University www.ipb.ac.id


Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc 
sumarwan@mb.ipb.ac.id
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin, MSc



Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.










 Kuliah Perilaku Konsumen, Kamis 12 Februari 2015 pukul 08.00-10.00

Kuliah ini diadakan hari Kamis pukul 08.00. mata kuliah ini adalah mata kuliah supporting course yang saya ambil dari departemen lain untuk menunjang mayor saya. Suasana awal dikelas cukup kondusif, walaupun mahsiswa ilmu ekonomi hanya sedikit tak lebih dari 8 orang tapi kami tetap semangat menjalani kuliah hari itu.


Sebagai mahasiswa ilmu ekonomi kami memandang seorang konsumen sebagai objek dalam ekonomi mikro yang perannya memuaskan kebutuhan hidupnya dengan anggaran biaya tertentu. Namun ketika  mengikuti kuliah perilaku konsumen hal itu dapat berbalik 180 derajat, dalam kuliah ini kita diposisikan sebagai konsumen yang harus menghadapi berbagai macam problematika yang tentunya hanya akan dihadapi oleh seorang konsumen saja.
Untuk itu saya melakukan sedikit review tentang kuliah perilaku konsumen, berikut ulasannya.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasarikonsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yangterlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa,termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.
Menurut Mowen (1995), Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan,mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan TheAmerican Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis daripengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspekhidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna& Wozniak, 2001).

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumen bukanlah sekedar objek peraup profit semata yang dipandang oleh produsen tetapi pengertian konsumen lebih kompleks daripada itu, konsumen selalu dihadapi oleh berbagai pilihan, situasi dan juga masalah-masalah yang harus dihadapi misalnya ketika seseorang telah mengumpulkan uang untuk membeli sebuah sepatu maka akan banyak pertanyaan timbul dikepalanya. apakah dia harus membeli sepatu sesuai dengan kebutuhannya ? ataukah dia harus membeli sepatu yang sesuai dengan tren saat ini ? lalu brand apa yang harus dipilih ? apakah yang terkenal dimancanegara ? atau produk handmade yang khas ? hanya konsumen yang cerdaslah yang mampu meposisikan dirinya sebagai pengambil keputusan yang cerdas dalam segala sesuatu yang akan dia beli. setiap konsumen juga secara sadar atau tidak ketika segala keputusan yang mereka ambil sebenarnya berasal dari pergolakan pemikiran di alam bawah sadar yang saling berpacu sehingga menghasilkan the last decision

Maka dari itu mulailah menjadi konsumen yang cerdas. menjadi konsumen yang cerdas adalah kepuasan tersendiri bagi setiap orang. setiap orang memiliki caranya masing msing dan pandangannya masing masing terhadap bagaimana caranya menjadi konsumen yang cerdas itu. pengalaman dalam hidup turut mempengaruhi pula bagaimana konsumen itu akan bertindak dan semakin hari konsumen semakin belajar untuk menjadi konsumen yang lebih baik dan lebih bijak.

Regards 

Adhitya Kusuma Ardana